Kebersamaan Di Theater TAS
SMANSA Pare atau SMAN 1 Pare mempunyai berbagai macam pilihan extra kurikuler yang menarik. Meskipun sudah memiliki extra kurikuler wajib, tetapi SMANSA masih mempunyai extra kurikuler pilihan lainnya.
Seperti halnya ada ekstra kurikuler Futsal, Basket, Voli, Theater, Musik, Tari, dan masih banyak yang lainnya. Setiap anak bisa melilih extra kurikuler yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Tetapi para siswa masih mempunyai kewajiban untuk tetap mengikuti extra wajib yaitu extra komputer.
Tapi diantara deretan extra diatas, saya memilih extra kurikuler theater. Awalnya saya secara tidak sengaja saya mengikuti extra kurikuler ini. Dulu saya Cuma mengantarkan teman saya untuk daftar ke extra theater, tetapi saya malah di daftarkan oleh teman saya itu. Sebetulnya saya dulu tidak ada minat untuk mengikuti extra theater ini. Tapi entah mengapa lama-lama saya jadi makin jatuh cinta sama extra theater ini.
Terkadang saya sampai berfikir bahwa seluruh warga theater ini adalah keluarga ketiga saya. Semua warga theater disini itu ramah tamah, asik, dan seru tentunya. Nama theater di SMANSA ini adalah Theater TAS (Theater Anak Sekolah). Disini saya bisa mendapatkan apa yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya sudah merasa begitu senang untuk bergabung disini.
Saya akui bahwa saya ini sebenarnya tak bisa acting sama sekali, tetapi di extra theater ini saya bisa mendapatkannya. Pementasan awal kami semua pada tanggal 17 Agustus tepatnya di SMANSA sendiri. Kami semua warga theater berjuang untuk melewatinya. Sebelum pementasan itu kami berlatih kurang lebih selama 1 bulan. Pementasan itu bertema Kebebasan Delapan Obor. Pementasan itu adalah drama teatrikal musikalisasi puisi.
Pementasan itu adalah awal dari penampilan kami di extra theater ini. Saat pementasan itu, rasanya jantung kami dag-dig-dug gak karu-karuan. Tapi kami hanya mampu berdoa semoga kami dapat melalui itu semua. Pementasan dari para tamu undangan pun telah berlangsung, sampai akhirnya penampilan dari kami semua anak theater TAS. Pementasan dari anak theater TAS diawali dengan tari siluet stelah itu kabuki, lalu acoustic ngik-ngik dan penampilan musikalisasi puisi.
Ada rasa lega setelah pementasan itu berlangsung, banyak diantara anak-anak teater tas yang tidur di sekolah. Tetapi ada juga yang pulang karena tidak mendapat izin dari orang tuanya untuk tidur di sekolah. Saya ikut tidur di sekolah bersama teman-teman teater yang lain. Kami semua bisa bercanda bersama sebelum tidur, kami bisa tertawa-tawa pokoknya senang banget bisa kumpul bersama teman-teman theater TAS.
Extra theater ini diadakan setiap hari sabtu sepulang sekolah. Untuk mengikuti extra theater ini, kami semua harus berpakaian hitam. Setiap sabtu acara ini rutin dilaksanakan entah itu untuk latihan ataupun hanya untuk kumpul-kumpul bersama teman-teman.
Tetapi pengalaman yang benar-benar menakjubkan saya dapatkan pada saat dilakukan DIKLAT theater TAS. Sebelum kami melakukan Diklat, berarti kami belum sah untuk menjadi cantrik-cantrik theater TAS. Diklat itu dinamakan Pendadaran Cantrik Theater TAS tahun 2008/2009. Acara diklat pada saat itu bisa menghadirkan Tawa dan Tangis dalam satu malam. Di dalam acara diklat ini kita semua benar-benar didik dan dan di latih untuk menjadi seorang cantrik yang baik. Pada pagi hari setelah kami melakukan Diklat, kami berubah total berdandan menjadi orang gila abis-abisan. Kami harus mengamen di pinggir jalan, tetapi dari itu semua kami bisa belajar untuk menghargai uang. Kita semua juga menjadi tahu bahwa mencari uang itu ternyata susah.
Pementasan kedua saat ada undangan acara di theater Kyskyb di SMPN 4 Pare. Kami mendapatkan undangan untuk tampil di theater Kyskyb. Sebelum kami tampil, kami sudah mempunyai persiapan yang cukup matang untuk melakukan pementasan. Pada saat itu kami semua melakukan latihan hanya dalam waktu tiga hari saja. Karena undangan itu datangnya mendadak. Tetapi syukur penampilan kami di theater Kyskyb tidak mengecewakan. Kami masih bisa membawakan peran-peran itu dengan baik. Setelah pementasan itu usai, kami para warga theater TAS mendapatkan satu tumpeng untuk dimakan bersama. Kami begitu merasakan kebersamaan yang begitu erat di theater TAS ini saat itu.
Setelah acara di theater Kyskyb, kami sudah tak ada lagi acara pementasan. Setiap hari sabtu Cuma latihan-latihan saja. Saat ini di theater TAS sudah mulai ada kerenggangan. Kadang banyak anak-anak yang tidak datang pada hari sabtu untuk mengikuti extra. Itu semua membuat timbulnya kerenggangan di antara anak-anak theater TAS. Mereka semua itu banyak yang tak ingat sama janji yang pernah mereka ucapkan pada saat pelaksanaan Diklat. Janji untuk selalu bersama, untuk selalu setia.
Kami semua tak pernah menginginkan ada kerenggangan di theater TAS, karena kita semua ini adalah saudara, kami semua ini adalah satu. Rasa persatuan di theater TAS ini sebenarnya sangat kuat. Tetapi semoga saja persatuan itu tak akan hilang ataupun lenyap termakan oleh waktu.
Saat ini, kami hanya mampu berharap suatu saat nanti bendera theater TAS akan berkibar di ujung tiang tertinggi. Persatuan di theater TAS tak akan pernah luntur ataupun hilang termakan oleh waktu.
Teater Anak Sekolah
Tempat kita bersama
Teater Anak Sekolah
Tempat kita bersatu
Namun apakah kau mau berjanji
Tuk slalu setia
Dan apakah kau mau berjanji tuk bersama
Di dalam suka, di dalam duka
Kita jalani bersama
Bahu-membahu
Saling membantu
Karena kita saudara